Kamis, 19 Juni 2014

Langit Biru



Aku rapuh, andai dunia tahu seberapa besar kerapuhanku ini. Aku sendiri tak tahu mengapa aku begitu rapuh. Terlalu banyak kisah terlalu banyak luka dan terlalu banyak air mata yang membuat diri ini semakin rapuh. Kerapuhan ini mulai tumbuh saat diri ini kehilangan sosok yang penuh kasih sayang sosok yang dengan kelembutan hatinya mampu membuat diri ini merasa sempurna. Saat diri ini kehilangannya aku seketika melihat langit biru yang begitu cerah namun tak membuat hati ini secerah langit biru itu. Diri ini lalu berbicara kepada langit biru itu dengan suara hati tak kuasa menahan air mata kesedihan. Berharap langit ikut berbicara kepadaku, aku tak tahu perbincangan apa yang terjadi namun yang aku yakini bahwa langit biru itu bisa merasakan kesedihan hati ini, dan aku berharap langit biru kelak akan berbicara kepadaku akan perasaan bahagianya agar aku bisa merasakan kebahagian langit biru itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar