Langit Biru
Aku rapuh, andai dunia tahu seberapa besar kerapuhanku ini. Aku
sendiri tak tahu mengapa aku begitu rapuh. Terlalu banyak kisah terlalu banyak
luka dan terlalu banyak air mata yang membuat diri ini semakin rapuh. Kerapuhan
ini mulai tumbuh saat diri ini kehilangan sosok yang penuh kasih sayang sosok
yang dengan kelembutan hatinya mampu membuat diri ini merasa sempurna. Saat
diri ini kehilangannya aku seketika melihat langit biru yang begitu cerah namun
tak membuat hati ini secerah langit biru itu. Diri ini lalu berbicara kepada langit
biru itu dengan suara hati tak kuasa menahan air mata kesedihan. Berharap langit
ikut berbicara kepadaku, aku tak tahu perbincangan apa yang terjadi namun yang
aku yakini bahwa langit biru itu bisa merasakan kesedihan hati ini, dan aku
berharap langit biru kelak akan berbicara kepadaku akan perasaan bahagianya
agar aku bisa merasakan kebahagian langit biru itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar